Hellooo, moms & dads!
Yuk, kita lanjutkan lagi obrolan tentang
baby blues ini!
Sekarang kita memasuki bagian terakhir, ya!
Sewaktu Arka masih berwujud
newborn, saya mengalami beberapa gejala klinis dari sindrom
baby blues. Kebetulan, saya segera menyadarinya.
Well, ternyata "menyadari" saja belum mampu menghilangkan
baby blues ini. Penderita
baby blues membutuhkan pertolongan. Namun pertanyaannya,
siapakah yang bisa menyembuhkan
baby blues?
Terapi apakah yang dibutuhkan?
g. How To Beat It
General remedy..
1. Mintalah bantuan suami, ortu, mertua, serta saudara dalam mengurus si bayi. Bantuannya
harus
FOR REAL, ya! Jangan cuma omdo atau janji semu saja..
2. Tidurlah selagi ada kesempatan. Serius,
tidurlah saat bayi tidur. Piring kotor bisa menunggu dengan sabar, koq! Btw, jika si bayi sangat suka meneror di tengah malam, coba pasanglah musik klasik. Dulu, Arka langsung tenang dan bobo nyenyak kalau dengar musik klasik (sekarang sih, ga ngaruh). Kita pun juga jadi rileks, 'kan...
3. Sering-sering
sharing tentang keseharian kepada pasangan. Kalau
mommies gak cerita, dijamin para
Martian yang bebal itu akan mengira semuanya baik-baik saja.
Padahal... Seandainya mereka tahu...
4. Bergabunglah bersama komunitas ibu untuk berbagi pengalaman dan perasaan.
Baik secara real atau melalui internet.
Coba cek situs seperti
Scary Mommy,
Mommies Daily,
The Urban Mama, etc..
5. Beri penjelasan kepada pasangan tentang
baby blues syndrome, agar ia bisa memahami berbagai perubahan sikap dan tingkah laku Anda.
Well, kadang
baby blues malah menyerang si ayah, lho! Jadi tidak ada salahnya para lelaki ini di-
briefing dulu.
6. Anyway, menurut pendapat saya pribadi, sosok yang paling bisa menyembuhkan
baby blues adalah
diri kita sendiri. Sahabat atau keluarga bisa berusaha keras menolong. Tetapi, tanpa kemauan keras dari diri sendiri untuk sembuh, usaha mereka untuk menolong kita akan sia-sia. Pada intinya, yang bisa menolong adalah sugesti positif dari diri kita.
Bagaimana cara memunculkan sugesti positif tersebut?
How to help yourself...
1. Tidak membiarkan diri terus menerus dalam kesedihan atau merasa tidak berdaya. Ini agak susah sih.. Tetapi, kita harus menekan perasaan
self-pity sampai seminim mungkin, Moms!
Saya selalu mengingatkan diri sendiri,
"Kalau mau menjadi heroine bagi si bayi, kita harus kuat (lahir & batin)!"..
2. Teguhkan hati & percaya bahwa kita bisa merawat dan mengasuh bayi. Kalaupun
mommies sampai pada titik "aku tidak tahan lagi", percayalah bahwa Anda tidak sendirian. Ada suami, orang tua, atau anggota keluarga lain yang siap membantu. Asal kita meminta tolong...
3. Jangan lupa untuk selalu makan yang enak-enak! Soalnya, makan enak bisa jadi
mood booster. Ups, dan makan yang sehat juga, ya. Apalagi kalau
mommies berniat untuk memberikan ASI eksklusif.
4. Pijat dan luluran, yuuk! Pemijatan penting juga untuk memperlancar
milk let down dan melemaskan otot-otot yang lelah pascalahiran. Juga penting untuk memperlancar sirkulasi darah, menghilangkan stress, dan memberikan energi positif. Kalau luluran? Hemmm.. Pastinya bikin hati senang dan percaya diri, ya!
5. Teruskan hobi Anda, ya! Sebisa mungkin jangan sampai ditinggalkan. Ini penting untuk
refreshing! Lakukan hal-hal yang bikin
mommies gembira.
6. Jika
mommies merasa tidak mampu mengendalikan diri lagi, sepertinya perlu konsultasi pada psikiater atau psikolog. Apabila depresi yang Anda alami sudah sangat berat, psikiater biasanya akan menangani dengan obat antidepresan.
7. Anda juga bisa belajar cara penyembuhan diri dengan belajar teknik relaksasi, pernapasan, hipnosis diri (
self-hypnosis), serta olah fisik plus pernapasan. Bisa juga merilekskan diri dengan bantuan aromaterapi.
8. Jangan lupa minum vitamin ya,
Moms! Biasanya dokter kandungan kesayangan langsung memberikan multivitamin pascalahiran. Yuk, ingatkan diri untuk meminumnya..
Hey, superdads!
Para suami bisa memulai dari hal-hal yang kecil. Misalnya
menanyakan kabar istrinya, atau mencarikan orang yang dapat membantunya mengurus rumah dan bayi.
Dukungan sosial yang positif terbukti dapat membantu ibu melepaskan diri dari depresi pascapersalinan.
h. Tips Pencegahan
Yups, mencegah memang jauh lebih baik daripada mengobati,
Moms!
Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan "sebelum" sindrom
baby blues menancapkan taringnya..
Check this out, yow~
1. Mohon dukungan & bantuan keluarga untuk
MERAWAT IBU dan
BAYI.
2. Persiapkan mental (terutama) dan pengetahuan
mommies seputar perawatan dan kesehatan bayi. Menurut saya, baca
textbook saja kurang cukup. Bacalah juga
blog-blog para ortu yang sudah lebih dulu mengalami suka-duka merawat
newborn baby.
Paling penting: ketahuilah bahwa
breastfeeding memang sulit pada awalnya.
DAN newborn Anda akan sulit tidur selama beberapa minggu. Artinya,
mommies juga akan sulit tidur (dan makan) selama beberapa waktu..
Sorry to say..
3. Beritahu pasangan bahwa bantuannya terutama sangat diharapkan dalam membesarkan anak.
4. Banyak-banyak berdoa.
Have a big faith, Moms~
5. Tidak perlu terlalu perfeksionis dalam proses merawat bayi.
Anyway, ini 'kan tipenya
learning by doing. Atau,
trial & error.. Jadi, tarik napas dan rileks ya, Moms!
Well.. Akhirnya tamat juga seri
baby blues ini.
Sebenarnya, masih banyak lagi yang perlu dibahas.
Nah, gimana kalau kita 'ngobrol saja, yuuks!
Share pengalaman & info Anda seputar
baby blues, yah!