ASI. Air Susu Ibu. Breastmilk.
Cairan ajaib yang menyokong kehidupan mamalia sejak usia 0 hari.
Moms & Dads pasti sudah pernah membaca mengenai ratusan kandungan senyawa berharga yang terkandung dalam Air Susu Ibu.
Setelah merasakan pengalaman menjadi anak non-ASI, saya bertekad untuk bisa memberikan ASI untuk anak saya. Demikianlah rencana yang saya cetuskan sejak kehamilan diketahui.
Hingga hari ini, tepat ketika bayi saya menginjak usia 19 bulan, thanx God, saya masih terus memberikan ASI. Bahkan, sampai sekarang saya masih belum tahu bagaimana cara menyapih yang pas untuk kami berdua.
Buahh! Memikirkannya saja membuat hati saya 'ngilu seperti patah hati..
Yeah.
Proses menyusui Arka mendapat tempat istimewa di hati saya.
Awalnya tak mudah. Sungguh penuh rintangan. Apalagi karena nafsu menyusu Arka sangat besar sejak newborn. Di sisi lain, latch on-nya masih kurang tepat.
Bisa dibilang, posisi latch on yang oke punya baru tercapai saat dia berumur 6 bulan lebih.
Tahu sendiri kan, apa akibat dari latch on yang tidak pas..
Begitu banyak manfaat menyusui bagi ibu dan bayinya. Saat browsing di internet, pasti Moms & Dads akan menemukan sejuta cerita berbeda tentang aktivitas menyusui dan serba-serbinya. According to my story..
Inilah beberapa alasan atau motivasi mengapa saya tetap berusaha menyusui meski muncul rintangan-rintangan di awal..
1. Praktis
Entah mengapa, dari dulu saya paling anti dengan hal-hal yang ribet.
(Mungkin pada dasarnya memang malas saja).
Saya sulit sekali membayangkan harus membuat susu terlebih dahulu untuk membujuk bayi yang sedang menangis atau kesakitan. Apalagi kalau susunya perlu dipanaskan terlebih dulu. Apalagi kalau bayinya terbangun pagi buta? OMG. I'm sorry, i'm too lazy for that routine. Saya angkat topi setinggi-tingginya untuk para ortu yang menjalani rutinitas tersebut tiap hari. SALUT!
Kalau bisa memberi ASI 'kan tinggal CLEP. VoilĂ ! Tersumpal deh, mulut si bayi.
(Kebetulan anak saya memang tipe yang langsung diam kalau dikasih yaya (baca: nenen)).
2. Ekonomis
Wah, kalau alasan yang satu ini sudah menjadi fakta sahih sehahih-sahihnya.
Misalnya, menurut Ketua AIMI, Mia Sutanto, dalam HealthDetik , program memberikan ASI tanpa sufor selama 2 tahun bisa menghemat uang sejumlah Rp25 juta. Well, jumlah yang lumayan besar kan?
3. Romantis
Ada hari-hari saat koneksi antara saya dengan anak tidak begitu 'nyambung.
Apalagi karena dia begitu sensitif dan termasuk ke dalam klan high-need baby.
Saat semua tindakan terasa salah, biasanya kami akan berbaring berdua.. dan.. melaksanakan "make up breastfeeding". Hehe. Maksudnya, yaya untuk baikan dan meredam emosi jiwa masing-masing.
Biasanya setelah yaya, mood kami berdua kembali oke sehingga komunikasi berjalan lebih lancar tanpa ada yang menjadi kesal dan tantrum. Perbaikan mood ini bisa terjadi karena proses menyusui akan memicu pelepasan hormon oksitosin. Mekanismenya bisa dicek di SINI.
Yep. Bagi saya, momen menyusui memang romantis. Tiada yang mengalahkan epic-nya ekspresi bayi saat lagi menyusu. Belum lagi kalau tangannya sudah mulai sibuk memainkan kancing (atau puting). Owh, cuteness overload!
Nah, saat anak mulai bisa mengekspresikan rasa sayang, biasanya dia akan memeluk atau merangkul gemas tubuh mommy-nya. Wiiih... Stop the time, please! Rasanya ingin dalam posisi ini selamanya. Heheheh..
4. All I can eat
Berdasarkan riset, proses menyusui bisa membakar hingga 500 kalori per hari. Hmmm..
Lumayan, yah?
Semakin rakus bayi Anda, berarti jumlah kalori yang terbuang akan semakin banyak. Bagi mommies yang doyan makan (seperti saya), ini merupakan karunia tak ternilai.
Ya Tuhan, karuniailah kami bayi-bayi yang rakus. Amiinn..
As for me, sebelum hamil berat badan 45 kg. Hingga kehamilan 9 bulan BB mencapai 52 kg. Sebulan setelah Arka lahir, 44 kg. Saat Arka umur 12 bulan, BB mencapai 42 kg.
Lumayan ya, buat bukti empiris..
Berat badan ini dicapai meski saya suka cemil-cemil cake dan sekotak martabak manis jam 23.00 ke atas, lho! Bahkan, saya jaraaaaaaaaaaangg sekali merasa kenyang meski sudah makan banyak. Menyusui dan mengurus anak membuat bobot badan jadi stabil (bahkan berkurang).
So. What are you waiting for, Ladies?
5. Natural beautifier
Selama menyusui secara eksklusif, tidak ada jerawat yang berani timbul di wajah dan tubuh saya. Thanx to prolactin!
Selama total 16 bulan sejak Arka lahir (2 tahun lebih sejak pertama hamil), saya dijauhkan dari nyeri haid. Thanx to prolactin again! Kebetulan siklus menstruasi saya baru kembali saat Arka berusia 1,5 tahun.
PLUS.
Di masa-masa ASI eksklusif, kulit terasa jadi lebih halus dan berkilap.
Ini karena kerja hormon dan asupan air minum yang lebih banyak.
Namun, sayangnya.. Jika asupan nutrien kita tidak cukup, efek sampingnya adalah rambut jadi mudah rontok. Akhirnya, saya memilih untuk (sedikit) memendekkan rambut demi menghindari kerontokan yang lebih parah..
Selain kerontokan rambut, rintangan yang di bawah ini juga cukup menegangkan.

Tetapi, thanx God....
Ternyata Arka tak pernah dengan sengaja menggigit nipple selain ketika tertidur dan rahangnya mengatup tanpa sengaja.
Well, that's all for today..
Let me hear your story, Moms & Dads!
PS:
Di bawah ini ada beberapa infografik yang menarik untuk disimak.
Check these out, Darl!
![]() |
| Fakta-fakta yang menarik. Pengen juga buat yang berdasarkan statistik di negara kita |
![]() |
| Tolong disebarkan biar para bapak baca info ini, Moms! |
![]() |
| This is what i called "sexy dad" |




No comments:
Post a Comment