Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Friday, August 21, 2015

Amigurumi, The Art of Making Friends



Hello, Moms!
On this special blog post, we will talk about one of the most popular types of handicraft.
Crocheting. 
Well, i frustratingly hope to have a little ability to work in that kind of handicraft. 
Unfortunately, that talent only appears on my big sister.

She began knitting at the age of junior high school, around 2000. 
Finally, she opened an online store that sells a variety of knitted material and finished products. Such as doillies, dresses, hats, even bikini tops. 

You can check out the store HERE. 
There she also provides a pile of tips, tricks, & tutorials about the amazing world of crochet.
Here one of her tutorial..



In recent months, her main focus is producing amigurumi(s). 
Amigurumi? What is that thing?
Which one is the amigurumi?
Pink owl amigurumi for IDR 65K
White bunny amigurumi for IDR 180K

Lamb amigurumi for IDR 100K

Teddy bear amigurumi for IDR 165K



Yaiiyy! Such a cute critter, isn't it?
You guys can purchase it on her website HERE
Love you, all!

Wednesday, March 25, 2015

Baby's 1st Beach Trip!































Langit biru cerah, pasir sewarna emas, dan belaian lembut angin...
Hmm.. Siapa yang sanggup menahan godaan laut?
Siapa yang mampu menahan godaan untuk sekadar nyemplung di laut dangkal dan bermain air bersama pasangan dan............. si bayi, tentunya!

Well, membawa makhluk yang membutuhkan banyak perhatian dari kita ke tepi laut memang agak tricky. Perlu niat dan persiapan yang cukup, kalau tak ingin liburan berubah menjadi siksaan..
Beberapa waktu yang lalu, pas di saat hujan mulai berkurang, keluarga kecil kami sempat berkunjung ke salah satu pantai di Jakarta.
Posting-an kali ini isinya sekadar sharing pengalaman dan saran tentang apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum berlibur ke pantai untuk pertama kalinya dengan si bayi~












1. The right place
Mommy & daddy tentunya tak ingin pengalaman pertama ke pantai bersama si bayi menjadi rusak karena pergi ke pantai yang salah (banyak 'mobil goyang', misalnya). Berikut ini kriteria pantai yang oke untuk dikunjungi bersama bayi dan atau balita.
a. Bersih dan nyaman (apalagi kalau pasirnya putih, nyaammm~)
b. Dekat dengan tempat makan (yang harganya make sense) dan toilet.
c. Ada life guard dan cocok untuk bermain air. Pantai yang kami kunjungi ini rupanya memang menjadi tempat favorit para ortu yang ingin mengajari balitanya berenang di laut. Senang, deh! Di Jakarta, bisa ke Ancol Beach Mall. IMHO, pantai ini sangat cocok utk baby's first beach trip.

2. The right time
a. Jangan pas musim hujan. Bermain pasir dan berenang di laut memang seru juga dilakukan saat hujan. Kalau mommy & daddy rela untuk merawat bayi demam keesokan harinya sih, gapapa.. Hehe.
b. Berangkat pagi hari lebih disarankan. Cuaca di pagi hari pastinya lebih sejuk dan sinar mentari masih belum terik. Sunburn memang seksi, cuma 'kan kasihan si bayi bisa dehidrasi..
c. Jangan awal bulan, yah.. Pasalnya, pantai cenderung menjadi sangat ramai karena sebagian besar ortu baru gajian.

3. The right outfit
a. Bagi si bayi, kaos yang nyaman dan adem cukup untuk bersantai di tepi pantai. Sebaiknya sih hindari baju yang modelnya ribet. Kalau untuk Arka, saya memilih mengenakan onesie lengan pendek. Alasannya, perut dan udel jadi aman tersembunyi tidak terpapar angin. Hehehe..
b. Celana pendek biasanya menjadi pilihan karena praktis dan memudahkan bayi untuk bergerak.
c. Topi. Benda ini sangat penting dibawa agar si bayi terhindar dari terik matahari. Malangnya, bayi saya tak pernah mau dipakaikan topi.. Hrrr.. Apa boleh buat, untuk mengakalinya, terpaksa deh cari tempat berleha-leha yang teduh.

4. Important things
Jangan lupa memasukkan benda-benda berikut ini ke dalam tas ya, Moms & Dads!
a. Sunscreen untuk ortu dan bayinya
b. Bedak bayi alias baby powder untuk menghilangkan pasir saat sudah selesai bermain.
c. Popok ganti. Memang yang lebih simple sih, bawa popok sekali pakai.. Tapii.. Ada juga ortu yang super niat membawa clodi ganti. Itu baru komitmen, namanya!! Huehehe..
d. Nursery cover atau apron menyusui. Masih jarang memang, pantai yang menyediakan ruang menyusui. Saat Arka minta menyusu, jadilah kami terpaksa ke mobil dulu. Why? Karena dia tipe bayi yang suka menyibakkan apron menyusui... Pfftt..
e. Handuk dan baju ganti untuk ortu dan bayi
f. Stroller atau baby carrier. Lebih asyik kalau membawa stroller yang bertudung demi melindungi kulit bayi dari paparan sinar ultraviolet.
g. Beach mat, lampit, tikar, atau alas duduk yang empuk.































5. Hungry tummy
a. Untuk bayi yang sudah MPASI, disarankan membawa buah biar gampang. IMHO, yang paling praktis adalah pisang. Selain itu, untuk bayi yg masih makan puree, sangat praktis jika memakai pouch feeding yang langsung menyatu dengan sendoknya.
b. Breastfeeding mommy sebaiknya membawa bekal minum air yang banyak. Ups, bawa cemilan sehat satu tas besar ya, Moms!

6. Slowly but sure
Jangan paksa bayi untuk langsung 'nyemplung ke laut. Arka yang baru 3 bulan bisa berjalan langsung miris saat diajak jalan di atas pasir. Mungkin dia berpikir, "Whaatt? Apa ini kasar-kasar di kakiku? Kok tanahnya seperti amblas??"..
Jadi, sebaiknya kita hanya mencontohkan saja. Biarkan mereka yang mengambil keputusan kapan akan mencoba sendiri.

Yep! Si Babyzilla nangis saat emaknya menjauh. Dia masih belum terbiasa dengan tekstur pasir, sepertinya..































7. Beach toys
a. Ini dia! Ortunya Arka memang agak bloon. Kami lupa membawa mainan pantai! Alhasil, Arka 'nunjuk-'nunjuk mainan balita lain. Ihh, kasihan sekali bayi ini!
b. Kalau niat banget bisa bawa baby pool. Next time patut dicoba, nih!














8. Keep the beach clean!
 Bawa plastik sampah dan tas khusus baju kotor.

9. Immortalize the moment
KAMERA. Jangan sampai lupa ya, Moms & Dads!


Monday, May 19, 2014

Baby Playdate: Tips & Tricks



































Playdate! 
Definisinya adalah acara main antara 2-3 ekor bocah yang direncanakan oleh ortu masing-masing..
Jadi, acara playdate sebaiknya ndak kebanyakan peserta (nanti jadi ga intim takutnya)..
Selain itu, playdate sebaiknya direncanakan terlebih dahulu biar ga jadi play-dead. Ohohoho..





Nah, manfaat dari playdate antara lain membangun kemampuan sosialisasi dan komunikasi si bocah.
Lazimnya sih, playdate dilakukan oleh bocah usia balita dan ke atasnya. Tapi ternyata baby playdate juga kocak, koq!

























Beberapa trik agar playdate berjalan lancar:
1. Rencanakan jauh-jauh hari.
2. Siapkan alat permainan yang kira-kira seru & bisa dimainkan ramai-ramai.
3. Jangan lupa persiapkan makanan si bayii..
4. Bawa juga baju ganti, popok, peralatan mandi, dan kosmetik si bayi.
5. Sebaiknya sih, baby playdate ga berlangsung lebih dari 2 jam. Soalnya, si bayi masih gampang lelah dan butuh waktu bobo siang yang lumayan panjang..

Okay, ta-ta for now..






Saturday, April 26, 2014

Fun & Healthy Sunbathing!




Halo, semuaa~
Arka sudah pernah cerita tentang hobi yang satu ini, belum?
Arka suka banggett sama yang namanya sunbathing alias berjemur! Selain banyak manfaatnya bagi tubuh, Arka sekalian tanning biar seksi kaya Tante Agnez Mo. Hueheheh..

Kebiasaan menjemur bayi ini ada sejarahnya, lho! Kata Bunda, kebiasaan “menjemur” bayi populer sejak awal abad ke-18, ketika 90% bayi di Eropa Utara dan 80% bayi di kawasan Boston serta New York, terkena wabah Rickettsia yang berdampak pada perkembangan tulang anak. Nah, dokter-dokter pada abad itu mulai gencar mencanangkan program jemur bayi yang turun-temurun dilaksanakan hingga sekarang.

(Hampir) setiap pagi Arka dijemur di bawah sinar mentari. Biasanya sih, sebelum jam 9 pagi (kalo Arka lagi ga males bangun dan ga lagi bete). Dijemurnya ga sambil duduk atau tiduran di baby bouncer, melainkan sambil digendong (oleh Eyang, Ayah, atau Bunda).
Berjemurnya sih ga lama-lama banget. Paling cuma 15 menit, soalnya yang 'njemur takut ikutan jadi gosong.. Hohoho.

Dulu, di RS tempat Arka lahir, bidan-bidan dan dokter SpA-nya berulang kali ngingetin untuk menjemur dedek bayi. Hemm.. Sebenernya, apa ya manfaat dari berjemur itu? Selain bikin Arka jadi seksi karena berkulit cokelat madu, tentunya~

Ini nih, manfaat berjemur setiap pagi..
1. Sinar matahari pagi bisa menghangatkan tubuh bayi sekaligus membantu mengeluarkan lendir (sisa cairan ketuban PLUS keselek susu) dari tenggorokan. Alhasil, suara 'grok-grok' napas bayi (ini Arka bangget!) bisa berkurang.

2. Spektrum sinar biru pada sinar matahari pagi membantu menurunkan kadar bilirubin yang tinggi dalam tubuh bayi. Kadar bilirubin berlebih ini yang bisa membuat bayi jadi kuning.

3. Sinar matahari pagi juga merangsang pembentukan bakal calon vitamin D dalam tubuh.

4. Sinar matahari pagi juga dapat membantu mengurangi kejenuhan atau depresi karena sinar matahari pagi memicu pelepasan hormon endorfin (hormon antidepresi). Tapi kalo yang namanya laper ya pasti nangis juga. Kalo kangen bau Bunda juga nangis... Hueheh..


Bagi Tante-tante yang akan menjadi mommy, ini tips untuk menjemur dedek bayi!
1. Lakukan saat matahari sudah mulai muncul batang hidungnya, tetapi jangan sampai lewat dari jam 9 pagi. Di atas jam itu, kulit kami para bayi terlalu sensitif untuk sinar matahari yang mulai memanas.

2. Idealnya, siapkan tempat dengan permukaan rata dan cukup empuk, misalnya kasur tipis. Letakkan bayi di tempat terbuka atau di balik jendela kaca bening yang terpapar sinar matahari. Tapi kalo bersedia gendong selama 15 menit sih, rapopo~

3. Buka baju bayi, lalu baringkan dalam posisi terlentang. Letakan bayi membelakangi matahari, agar sinarnya tidak mengenai mata (silau). Jika perlu, tutupi matanya dengan saputangan atau kain kasa. Biarkan dalam posisi ini selama kurang lebih 15 menit sambil diajak ngobrol. Bisa juga jadi ajang pijat bayi atau ajang bersih-bersih daki.

4. Ubah-ubah posisinya dari telentang ke telungkup. Mirip seperti menjemur ikan asin gituuu..

5. Lokasi menjemur tidak harus di udara terbuka dengan paparan sinar matahari langsung. Tempat yang agak terlindung namun dapat diterobos sinar mentari juga sudah memenuhi syarat.

6. Saat lagi mendung, dedek bayi bisa dijemur di dalam ruangan berjendela kaca. Asal kacanya bening, bayi masih dapat menikmati pancaran sinar matahari yang cukup menghangatkan.

7. Ini penting, Tante! Jangan tinggalkan bayi sendirian ketika dijemur karena kalau terlalu lama kami bisa mengakibatkan dehidrasi bahkan heat shock!

Ehm, ngomong-ngomong kegiatan jemur-menjemur ini juga jadi perdebatan di kalangan para ahli. Mereka yang kontra, berpendapat bahwa kondisi lapizan ozon yang sudah menipis membuat cahaya-cahaya lain dengan panjang gelombang lebih pendek seperti ultraviolet, tidak tersaring dengan baik sehingga radiasi
yang dipancarkan malah membahayakan kesehatan.

Yah, masuk akal juga sih.. Tapi, kalau memang lebih banyak manfaatnya, kenapa nggak dilakukan? Yang pasti, setelah berjemur saluran pencernaan Arka jadi lebih lancar dan bisa langsung "brat-bret-broooot" tanpa ngeden-ngeden heboh!