Saturday, April 26, 2014

Fun & Healthy Sunbathing!




Halo, semuaa~
Arka sudah pernah cerita tentang hobi yang satu ini, belum?
Arka suka banggett sama yang namanya sunbathing alias berjemur! Selain banyak manfaatnya bagi tubuh, Arka sekalian tanning biar seksi kaya Tante Agnez Mo. Hueheheh..

Kebiasaan menjemur bayi ini ada sejarahnya, lho! Kata Bunda, kebiasaan “menjemur” bayi populer sejak awal abad ke-18, ketika 90% bayi di Eropa Utara dan 80% bayi di kawasan Boston serta New York, terkena wabah Rickettsia yang berdampak pada perkembangan tulang anak. Nah, dokter-dokter pada abad itu mulai gencar mencanangkan program jemur bayi yang turun-temurun dilaksanakan hingga sekarang.

(Hampir) setiap pagi Arka dijemur di bawah sinar mentari. Biasanya sih, sebelum jam 9 pagi (kalo Arka lagi ga males bangun dan ga lagi bete). Dijemurnya ga sambil duduk atau tiduran di baby bouncer, melainkan sambil digendong (oleh Eyang, Ayah, atau Bunda).
Berjemurnya sih ga lama-lama banget. Paling cuma 15 menit, soalnya yang 'njemur takut ikutan jadi gosong.. Hohoho.

Dulu, di RS tempat Arka lahir, bidan-bidan dan dokter SpA-nya berulang kali ngingetin untuk menjemur dedek bayi. Hemm.. Sebenernya, apa ya manfaat dari berjemur itu? Selain bikin Arka jadi seksi karena berkulit cokelat madu, tentunya~

Ini nih, manfaat berjemur setiap pagi..
1. Sinar matahari pagi bisa menghangatkan tubuh bayi sekaligus membantu mengeluarkan lendir (sisa cairan ketuban PLUS keselek susu) dari tenggorokan. Alhasil, suara 'grok-grok' napas bayi (ini Arka bangget!) bisa berkurang.

2. Spektrum sinar biru pada sinar matahari pagi membantu menurunkan kadar bilirubin yang tinggi dalam tubuh bayi. Kadar bilirubin berlebih ini yang bisa membuat bayi jadi kuning.

3. Sinar matahari pagi juga merangsang pembentukan bakal calon vitamin D dalam tubuh.

4. Sinar matahari pagi juga dapat membantu mengurangi kejenuhan atau depresi karena sinar matahari pagi memicu pelepasan hormon endorfin (hormon antidepresi). Tapi kalo yang namanya laper ya pasti nangis juga. Kalo kangen bau Bunda juga nangis... Hueheh..


Bagi Tante-tante yang akan menjadi mommy, ini tips untuk menjemur dedek bayi!
1. Lakukan saat matahari sudah mulai muncul batang hidungnya, tetapi jangan sampai lewat dari jam 9 pagi. Di atas jam itu, kulit kami para bayi terlalu sensitif untuk sinar matahari yang mulai memanas.

2. Idealnya, siapkan tempat dengan permukaan rata dan cukup empuk, misalnya kasur tipis. Letakkan bayi di tempat terbuka atau di balik jendela kaca bening yang terpapar sinar matahari. Tapi kalo bersedia gendong selama 15 menit sih, rapopo~

3. Buka baju bayi, lalu baringkan dalam posisi terlentang. Letakan bayi membelakangi matahari, agar sinarnya tidak mengenai mata (silau). Jika perlu, tutupi matanya dengan saputangan atau kain kasa. Biarkan dalam posisi ini selama kurang lebih 15 menit sambil diajak ngobrol. Bisa juga jadi ajang pijat bayi atau ajang bersih-bersih daki.

4. Ubah-ubah posisinya dari telentang ke telungkup. Mirip seperti menjemur ikan asin gituuu..

5. Lokasi menjemur tidak harus di udara terbuka dengan paparan sinar matahari langsung. Tempat yang agak terlindung namun dapat diterobos sinar mentari juga sudah memenuhi syarat.

6. Saat lagi mendung, dedek bayi bisa dijemur di dalam ruangan berjendela kaca. Asal kacanya bening, bayi masih dapat menikmati pancaran sinar matahari yang cukup menghangatkan.

7. Ini penting, Tante! Jangan tinggalkan bayi sendirian ketika dijemur karena kalau terlalu lama kami bisa mengakibatkan dehidrasi bahkan heat shock!

Ehm, ngomong-ngomong kegiatan jemur-menjemur ini juga jadi perdebatan di kalangan para ahli. Mereka yang kontra, berpendapat bahwa kondisi lapizan ozon yang sudah menipis membuat cahaya-cahaya lain dengan panjang gelombang lebih pendek seperti ultraviolet, tidak tersaring dengan baik sehingga radiasi
yang dipancarkan malah membahayakan kesehatan.

Yah, masuk akal juga sih.. Tapi, kalau memang lebih banyak manfaatnya, kenapa nggak dilakukan? Yang pasti, setelah berjemur saluran pencernaan Arka jadi lebih lancar dan bisa langsung "brat-bret-broooot" tanpa ngeden-ngeden heboh!


No comments:

Post a Comment