Hello, again! Apa kabar semuanya?
Hari ini Arka sehat dan seperti biasa, doyan nyusu :D
Hemm.. Konon memang bayi
laki-laki (seperti Arka, contohnya) lebih (maaf) ‘maruk’ susu dibandingkan bayi
perempuan. Kata Eyang-eyang sih begitu.. Terlepas dari stereotipe tadi, ada hal
lain yang turut memengaruhi kesuksesan proses menyusu si baby. Apakah ituuu?
Yups! IMD alias Inisiasi Menyusui
Dini akan sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI dan lama masa
menyusu. Idealnya sih, bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan dan diteruskan
bersama makanan pendamping sampai 2 tahun. Begitu kata Bunda..
Nah, sebagian
besar bayi yang sukses pas IMD biasanya sukses juga masa ASI eksklusifnya!
Dengan catatan, Sang Bunda juga sukses menyusuinya, ya~
Sebenarnya, IMD itu apa dan
bagaimana, sih?
Inisiasi Menyusui Dini adalah
proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, di mana bayi dibiarkan mencari
puting susu ibunya sendiri (tidak disodorkan ke puting susu). Untungnya, rumah
sakit tempat Arka lahir pro-IMD dan pro-rawat gabung alias rooming in. Jadi..
Hemm, jangan ditanya lagi. Setelah Arka sukses loncat ke luar dari rahim
Bunda.. Arka Langsung HAP & LEP! Laluu, nyoot, nyoot, nyooot...
Oh, iya. Begini nih proses IMD..
1. Setelah
lahir, Arka secepatnya dilap tanpa perlu mandi wangi dulu. Pokoknya sesegera
mungkin pengen ketemu Bunda..
2. Lalu, "Plook.." Arka ditengkurepin di atas dada Bunda sehingga kulit kami saling
bersentuhan. Biar ndak kedinginan atau hipotermia, kepala bayi bisa dipakaikan
topi dan tubuhnya diselimuti.
3. Nah,
selanjutnya selama sekitar 30 menit (maksimal 1 jam) Arka dibiarkan mencari
sendiri puting susu Bunda. Jangan dijejelin, yah! Pada dasarnya, bayi memiliki
naluri yang kuat untuk mencari puting susu ibunya, koq.. Wah, waktu Arka sukses
menemukan puting susu Bunda, rasanya bahagia, nyaman, aman, dan legaaa.. Bunda
juga senang, pastinya!
4. Setelah
IMD dirasa cukup (oleh susternya), Arka dibawa untuk ditimbang, diukur, dicap,
diberi vitamin K dan tetes mata. Hix.. Padahal waktu itu Arka masih pengen
nyusu. Tiba-tiba udah digondol aja sama suster.
5. Agar
proses IMD makin afdol, lanjutkan dengan perawatan rooming in, ya! Artinya, ibu
dan bayi tetap bersama dan dirawat-gabung. Tujuannya agar dedek bayi bisa
menyusu kapan saja. Ini juga memperlancar produksi dan pengeluaran ASI Bunda,
lho! Rawat-gabung juga akan mempererat ikatan batin antara ibu dengan bayinya.
Ada juga yang
bilang rawat-gabung ini mempermudah Bunda istirahat. Tapi itu relatif, yaa..
Soalnya waktu itu Arka laper bewt. Maklum, habis mengerahkan seluruh tenaga
buat keluar dari rahim Bunda. Jadilah Bunda dan Arka bergadang selama tiga hari
di RS karena Arka nyusu teruuus.. (Ditambah lagi tante pasien di sebelah Bunda
tidurnya ngorok kaya oom-oom)... *sigh
Ini nih beberapa manfaat dari
IMD..
1. Bayi
mendapatkan kolostrum (ASI pertama) yang kaya akan antibodi dan zat penting
lainnya yang penting untuk pertumbuhan usus. Soalnya usus kami para bayi newborn
masih belum siap untuk mengolah asupan makanan.
2. Antibodi
dalam kolostrum penting demi ketahanan tubuh terhadap infeksi sehingga menjamin
kelangsungan hidup sang bayi.
3. Saat
bayi menjilati kulit ibunya, bakteri baik yang terdapat di kulit ibu akan masuk
ke dalam usus yang sangat bermanfaat bagi pencernaan si bayi.
4. Sentuhan
antara kulit ibu dengan bayi akan memberikan kehangatan bagi bayi. Alhasil,
hubungan emosional antara ibu dan bayi akan lebih erat terjalin. Saat bayi
menciumi aroma tubuh sang ibu, sebenarnya dia sedang mengenali dan merekam bau
tubuh ibu buat selamanya. Hehe.. Mirip Si Mpus sama Si Gukguk, yah~
5. Jilatan
atau kuluman bayi pada puting ibu akan merangsang keluarnya hormon oksitosin.
Hormon ini bermanfaat untuk menyebabkan rahim berkontraksi membantu
mengeluarkan plasenta. Plus, merangsang pengaliran ASI dari payudara sehingga
dapat lebih cepat keluar.
6. Faktanya,
59% dedek bayi yang sukses IMD akan tetap menyusu hingga usia enam bulan.
Namun, jika tidak dilakukan IMD, hanya 18% bayi yang masih menyusui pada usia
tersebut.
Gimana nih, Oom dan Tante? Tertarik untuk melakukan IMD?

No comments:
Post a Comment