Monday, April 21, 2014

Inisiasi Menyusui Dini (IMD): Super Penting!









































Hello, again! Apa kabar semuanya? 

Hari ini Arka sehat dan seperti biasa, doyan nyusu :D
Hemm.. Konon memang bayi laki-laki (seperti Arka, contohnya) lebih (maaf) ‘maruk’ susu dibandingkan bayi perempuan. Kata Eyang-eyang sih begitu.. Terlepas dari stereotipe tadi, ada hal lain yang turut memengaruhi kesuksesan proses menyusu si baby. Apakah ituuu?


Yups! IMD alias Inisiasi Menyusui Dini akan sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI dan lama masa menyusu. Idealnya sih, bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan dan diteruskan bersama makanan pendamping sampai 2 tahun. Begitu kata Bunda.. 
Nah, sebagian besar bayi yang sukses pas IMD biasanya sukses juga masa ASI eksklusifnya! Dengan catatan, Sang Bunda juga sukses menyusuinya, ya~


Sebenarnya, IMD itu apa dan bagaimana, sih?
Inisiasi Menyusui Dini adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, di mana bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri (tidak disodorkan ke puting susu). Untungnya, rumah sakit tempat Arka lahir pro-IMD dan pro-rawat gabung alias rooming in. Jadi.. Hemm, jangan ditanya lagi. Setelah Arka sukses loncat ke luar dari rahim Bunda.. Arka Langsung HAP & LEP! Laluu, nyoot, nyoot, nyooot...

Oh, iya. Begini nih proses IMD..
1. Setelah lahir, Arka secepatnya dilap tanpa perlu mandi wangi dulu. Pokoknya sesegera mungkin pengen ketemu Bunda..

2. Lalu, "Plook.." Arka ditengkurepin di atas dada Bunda sehingga kulit kami saling bersentuhan. Biar ndak kedinginan atau hipotermia, kepala bayi bisa dipakaikan topi dan tubuhnya diselimuti.

3. Nah, selanjutnya selama sekitar 30 menit (maksimal 1 jam) Arka dibiarkan mencari sendiri puting susu Bunda. Jangan dijejelin, yah! Pada dasarnya, bayi memiliki naluri yang kuat untuk mencari puting susu ibunya, koq.. Wah, waktu Arka sukses menemukan puting susu Bunda, rasanya bahagia, nyaman, aman, dan legaaa.. Bunda juga senang, pastinya!

4. Setelah IMD dirasa cukup (oleh susternya), Arka dibawa untuk ditimbang, diukur, dicap, diberi vitamin K dan tetes mata. Hix.. Padahal waktu itu Arka masih pengen nyusu. Tiba-tiba udah digondol aja sama suster.

5. Agar proses IMD makin afdol, lanjutkan dengan perawatan rooming in, ya! Artinya, ibu dan bayi tetap bersama dan dirawat-gabung. Tujuannya agar dedek bayi bisa menyusu kapan saja. Ini juga memperlancar produksi dan pengeluaran ASI Bunda, lho! Rawat-gabung juga akan mempererat ikatan batin antara ibu dengan bayinya.
Ada juga yang bilang rawat-gabung ini mempermudah Bunda istirahat. Tapi itu relatif, yaa.. Soalnya waktu itu Arka laper bewt. Maklum, habis mengerahkan seluruh tenaga buat keluar dari rahim Bunda. Jadilah Bunda dan Arka bergadang selama tiga hari di RS karena Arka nyusu teruuus.. (Ditambah lagi tante pasien di sebelah Bunda tidurnya ngorok kaya oom-oom)... *sigh


Ini nih beberapa manfaat dari IMD..
1. Bayi mendapatkan kolostrum (ASI pertama) yang kaya akan antibodi dan zat penting lainnya yang penting untuk pertumbuhan usus. Soalnya usus kami para bayi newborn masih belum siap untuk mengolah asupan makanan.

2. Antibodi dalam kolostrum penting demi ketahanan tubuh terhadap infeksi sehingga menjamin kelangsungan hidup sang bayi.

3. Saat bayi menjilati kulit ibunya, bakteri baik yang terdapat di kulit ibu akan masuk ke dalam usus yang sangat bermanfaat bagi pencernaan si bayi.

4. Sentuhan antara kulit ibu dengan bayi akan memberikan kehangatan bagi bayi. Alhasil, hubungan emosional antara ibu dan bayi akan lebih erat terjalin. Saat bayi menciumi aroma tubuh sang ibu, sebenarnya dia sedang mengenali dan merekam bau tubuh ibu buat selamanya. Hehe.. Mirip Si Mpus sama Si Gukguk, yah~

5. Jilatan atau kuluman bayi pada puting ibu akan merangsang keluarnya hormon oksitosin. Hormon ini bermanfaat untuk menyebabkan rahim berkontraksi membantu mengeluarkan plasenta. Plus, merangsang pengaliran ASI dari payudara sehingga dapat lebih cepat keluar.

6. Faktanya, 59% dedek bayi yang sukses IMD akan tetap menyusu hingga usia enam bulan. Namun, jika tidak dilakukan IMD, hanya 18% bayi yang masih menyusui pada usia tersebut.

Gimana nih, Oom dan Tante? Tertarik untuk melakukan IMD?

No comments:

Post a Comment