Thursday, October 9, 2014

Keep Fighting, You Stupid Mommies!

Hi, mad mommies out there!
Saya (Bu)Nda-nya Arka, seorang newbie mommy yang juga merupakan seorang clueless mommy yang sedang berjuang merawat seorang clueless baby.
Sebagai seorang "stay-at-home-but-i'm working-goddamn it!-mommy", saya punya impian untuk menjadi seorang blogger.
Blogger yang secara rutin bisa mem-posting artikel-artikel cerdas nan inspiratif.
Tapi itu hanya mimpi karena bayi saya tipe yang jarang tidur (wong, mau pup dengan damai saja susah, apalagi nulis artikel??).
Jadi, artikel-artikel dalam blog ini mungkin akan berjeda 1 bulan sampai 1 tahun. Mohon maaf, yah~

Warning!
Isi blog ini sebagian besar bercerita tentang kekacauan motherhood yang saya alami.
Saya berniat mengisahkan suka-duka menjadi ibu dengan JUJUR. Tanpa pemanis buatan!
Mungkin terkadang bahasa saya akan sedikit sarkastik. Tapi akan saya baluri dengan humor yang cerdas, koq. Diusahakan loh, ya~ Gheheheheheh..
Jadi, kalian para pembaca yang tidak suka dengan mulut nyinyir dan gaya satir, lebih baik hengkang dari blogspot ini, yah~  *kiss bye bye
(Saya sudah memberi warning, loh! Awas aja kalo masih ada komentar ga cerdas nantinya..)


Rutinitas pagi ini baru saja selesai. Mulai dari nyiapin appetizer sebelum sarapan (a.k.a nenen pagi), nyiapin & nyuapin sarapan sembari nyuci baju (untung ada Electr*l*x), mandiin bayi, main & jalan-jalan, nyuci stroller, daaan akhirnyaa.. Nenen bobo pagi..
Setelah Si Miniatur Godzilla (anak saya, maksudnya) tidur, barulah saya bisa mulai ngotak-ngatik laptop. Owemji! Baiklah, mari kita skip sarapan untuk pagi ini.. Hix..








Bahasan kali ini ga jauh-jauh dari topik yang sedang 'membara' di media sosial.
Yupz! Pertarungan ala gladiator antara stay-at-home mommy VERSUS working mommy!
Honestly, saya ga suka dengan istilah stay-at-home mommy dan working mommy. Seakan-akan kami yang tinggal di rumah is not working! Beewhh~ Ada yang nantangin adu otot? Hayuk urang layanin keneh! Tapi demi mempermudah, apa boleh buat, deh. Saya tetap akan memakai istilah tersebut.






Ga boong, ini seru binggitz! Dan super konyol juga!
Saya sampai tergoda untuk memanas-manasi pertarungan ini.
Tapi, ternyata malaikat baiklah yang berhasil membujuk saya untuk meredam perkelahian terkece abad ini..

Awal mulanya, ada seorang suami (mungkin), yang membuat posting-an untuk menghibur istrinya yang (mungkin) terpaksa jadi stay-at-home mommy.
Posting-an tersebut sih bagus dan ada benarnya juga. Namun, para working mommy jadi merasa 'diserang' oleh posting-an tersebut.
Dan jadilah mereka membela diri dengan nge-share tulisan-tulisan (yang cukup bagus dan agak benar) yang isinya membela para working mommy.

Berikut ini contoh meme yang bertema pertarungan antara stay-at-home mommy VERSUS working mommy.



Courtesy of http://fip.typepad.com/ 







Lucu-lucu banget kaann?
Dua kubu tersebut jadi berdebat kusir sampai kepala panas dan bibir nyonyor.
Yang pasti, pertarungan gladiator antara dua spesies mamak tersebut akan teruuuus berlangsung sampai kiamat, tanpa ada yang menang atau kalah.
Pasalnya, gak ada kan istilah 'Rapor Mamah' di dunia? Di akhirat sih, kemungkinan besar ada. Tapi, itu urusan Sang Pencipta, pastinya..

Anyway..
Seorang working mommy mungkin memilih bekerja sambil memerah ASI di kantor demi bisa membayar utang kepada orang tua.
Seorang stay-at-home mommy mungkin punya utang banyak, namun tidak memedulikannya, dan lebih memilih mengasuh anak sendiri. Mommy tersebut berharap ada Fairy Godmother yang membayarkan utangnya. (Atau ada suami workaholic yang bisa membayarkan utangnya).

Seorang working mommy mungkin punya ikatan kerja yang penaltinya selangit jika dia resign dan lebih memilih mengultimatum suaminya untuk menjadi modern father.
Seorang stay-at-home mommy mungkin rela berpenampilan lusuh nan dekil demi anaknya terlindungi dari baby sitter atau nanny yang jahat bin psycho.

Seorang working mommy mungkin beruntung masih memiliki keluarga yang bisa merawat anaknya tanpa harus menyewa nanny. Sehingga dia bisa pulang kantor setiap hari dan menemui anaknya masih dalam kondisi sehat, lengkap, tanpa kekurangan satu pun anggota tubuh.
Seorang stay-at-home mommy mungkin memang apes karena hidup di perantauan tanpa ditemani keluarga, selain suami yang kecanduan kerja. Apa boleh buat, wanita ini mesti susah payah mengasuh anaknya sendiri. Apalagi kalau uang bulannya belum cukup untuk menggaji baby sitter, yaah..

Seorang working mommy mungkin saja adalah seorang single mother.
Seorang stay-at-home mommy mungkin sangat mencintai 'titipan Tuhan' melebihi eksistensinya sendiri sebagai seorang manusia.



Courtesy of redtri.com



Yang pastiii..
Seorang ibu tidak bisa dibilang gagal apabila anaknya merokok, alkoholik, bercerai, menjadi drug user, ataupun mengalami gangguan jiwa. (Kurang setuju dengan tulisan ini..)
Seorang ibu juga tidak bisa dibilang berhasil waktu anaknya jadi penulis, dokter, presiden, ustadz/ustadzah, ataupun selebriti. (Saya paling bingung dengan istilah "anaknya si anu hebat, udah jadi orang''. Lah, emang dulunya pesut, gituh?)

Heey, siapalah yang bisa mengukur amal kebaikan seorang individu selain Sang Pencipta?
Wahai manusia yang dangkal dan self-righteous (termasuk saya, tentunya). Stop menghakimi orang lain! Baik itu stay-at-home mommy, working mommy, single mommy, atau modern hubby, elf, gollum, orc, dan sebagainya. Semua sama-sama makhluk Tuhan dan sama-sama mempunyai akal untuk menentukan pilihan yang terbaik.
Amiinn..


Btw, yang menakjubkan adalah tipe mommy yang satu ini.
Dia adalah spesies "stay-at-home-but-gaining-money mommy". Ajaib yah?
Tapi sekarang sudah mulai banyak loh, mommy canggih seperti ini!
Dia tak perlu menyerahkan anaknya di bawah pengasuhan baby sitter jahat, tapi dia juga bisa menghasilkan uang lumayan! Standing applause, deh!


Posting-an berikutnya (Insyallah) bakal mengisahkan tentang alasan saya memilih jadi stay-at-home mommy atau full-time-mommy. Btw, yang part-time-mommy itu kerjaan utamanya jadi apa, ya? Hmmm..??

Tuesday, September 16, 2014

This Blogspot was Hijacked!

Hallo, saya ibunya si empunya blogspot ini.
Sekarang Arkajiva sudah 7,5 bulan..
Berhubung Arka lagi gila belajar merangkak dan belajar ngenyot semua benda yang bisa diraihnya, saya akan membajak blogspot ini untuk sementara waktu (yang akan sangat lama, tentunya..).

Pssttt... Jangan kasih tau Arka, yah!!


Monday, May 19, 2014

Baby Playdate: Tips & Tricks



































Playdate! 
Definisinya adalah acara main antara 2-3 ekor bocah yang direncanakan oleh ortu masing-masing..
Jadi, acara playdate sebaiknya ndak kebanyakan peserta (nanti jadi ga intim takutnya)..
Selain itu, playdate sebaiknya direncanakan terlebih dahulu biar ga jadi play-dead. Ohohoho..





Nah, manfaat dari playdate antara lain membangun kemampuan sosialisasi dan komunikasi si bocah.
Lazimnya sih, playdate dilakukan oleh bocah usia balita dan ke atasnya. Tapi ternyata baby playdate juga kocak, koq!

























Beberapa trik agar playdate berjalan lancar:
1. Rencanakan jauh-jauh hari.
2. Siapkan alat permainan yang kira-kira seru & bisa dimainkan ramai-ramai.
3. Jangan lupa persiapkan makanan si bayii..
4. Bawa juga baju ganti, popok, peralatan mandi, dan kosmetik si bayi.
5. Sebaiknya sih, baby playdate ga berlangsung lebih dari 2 jam. Soalnya, si bayi masih gampang lelah dan butuh waktu bobo siang yang lumayan panjang..

Okay, ta-ta for now..






Saturday, April 26, 2014

Fun & Healthy Sunbathing!




Halo, semuaa~
Arka sudah pernah cerita tentang hobi yang satu ini, belum?
Arka suka banggett sama yang namanya sunbathing alias berjemur! Selain banyak manfaatnya bagi tubuh, Arka sekalian tanning biar seksi kaya Tante Agnez Mo. Hueheheh..

Kebiasaan menjemur bayi ini ada sejarahnya, lho! Kata Bunda, kebiasaan “menjemur” bayi populer sejak awal abad ke-18, ketika 90% bayi di Eropa Utara dan 80% bayi di kawasan Boston serta New York, terkena wabah Rickettsia yang berdampak pada perkembangan tulang anak. Nah, dokter-dokter pada abad itu mulai gencar mencanangkan program jemur bayi yang turun-temurun dilaksanakan hingga sekarang.

(Hampir) setiap pagi Arka dijemur di bawah sinar mentari. Biasanya sih, sebelum jam 9 pagi (kalo Arka lagi ga males bangun dan ga lagi bete). Dijemurnya ga sambil duduk atau tiduran di baby bouncer, melainkan sambil digendong (oleh Eyang, Ayah, atau Bunda).
Berjemurnya sih ga lama-lama banget. Paling cuma 15 menit, soalnya yang 'njemur takut ikutan jadi gosong.. Hohoho.

Dulu, di RS tempat Arka lahir, bidan-bidan dan dokter SpA-nya berulang kali ngingetin untuk menjemur dedek bayi. Hemm.. Sebenernya, apa ya manfaat dari berjemur itu? Selain bikin Arka jadi seksi karena berkulit cokelat madu, tentunya~

Ini nih, manfaat berjemur setiap pagi..
1. Sinar matahari pagi bisa menghangatkan tubuh bayi sekaligus membantu mengeluarkan lendir (sisa cairan ketuban PLUS keselek susu) dari tenggorokan. Alhasil, suara 'grok-grok' napas bayi (ini Arka bangget!) bisa berkurang.

2. Spektrum sinar biru pada sinar matahari pagi membantu menurunkan kadar bilirubin yang tinggi dalam tubuh bayi. Kadar bilirubin berlebih ini yang bisa membuat bayi jadi kuning.

3. Sinar matahari pagi juga merangsang pembentukan bakal calon vitamin D dalam tubuh.

4. Sinar matahari pagi juga dapat membantu mengurangi kejenuhan atau depresi karena sinar matahari pagi memicu pelepasan hormon endorfin (hormon antidepresi). Tapi kalo yang namanya laper ya pasti nangis juga. Kalo kangen bau Bunda juga nangis... Hueheh..


Bagi Tante-tante yang akan menjadi mommy, ini tips untuk menjemur dedek bayi!
1. Lakukan saat matahari sudah mulai muncul batang hidungnya, tetapi jangan sampai lewat dari jam 9 pagi. Di atas jam itu, kulit kami para bayi terlalu sensitif untuk sinar matahari yang mulai memanas.

2. Idealnya, siapkan tempat dengan permukaan rata dan cukup empuk, misalnya kasur tipis. Letakkan bayi di tempat terbuka atau di balik jendela kaca bening yang terpapar sinar matahari. Tapi kalo bersedia gendong selama 15 menit sih, rapopo~

3. Buka baju bayi, lalu baringkan dalam posisi terlentang. Letakan bayi membelakangi matahari, agar sinarnya tidak mengenai mata (silau). Jika perlu, tutupi matanya dengan saputangan atau kain kasa. Biarkan dalam posisi ini selama kurang lebih 15 menit sambil diajak ngobrol. Bisa juga jadi ajang pijat bayi atau ajang bersih-bersih daki.

4. Ubah-ubah posisinya dari telentang ke telungkup. Mirip seperti menjemur ikan asin gituuu..

5. Lokasi menjemur tidak harus di udara terbuka dengan paparan sinar matahari langsung. Tempat yang agak terlindung namun dapat diterobos sinar mentari juga sudah memenuhi syarat.

6. Saat lagi mendung, dedek bayi bisa dijemur di dalam ruangan berjendela kaca. Asal kacanya bening, bayi masih dapat menikmati pancaran sinar matahari yang cukup menghangatkan.

7. Ini penting, Tante! Jangan tinggalkan bayi sendirian ketika dijemur karena kalau terlalu lama kami bisa mengakibatkan dehidrasi bahkan heat shock!

Ehm, ngomong-ngomong kegiatan jemur-menjemur ini juga jadi perdebatan di kalangan para ahli. Mereka yang kontra, berpendapat bahwa kondisi lapizan ozon yang sudah menipis membuat cahaya-cahaya lain dengan panjang gelombang lebih pendek seperti ultraviolet, tidak tersaring dengan baik sehingga radiasi
yang dipancarkan malah membahayakan kesehatan.

Yah, masuk akal juga sih.. Tapi, kalau memang lebih banyak manfaatnya, kenapa nggak dilakukan? Yang pasti, setelah berjemur saluran pencernaan Arka jadi lebih lancar dan bisa langsung "brat-bret-broooot" tanpa ngeden-ngeden heboh!


Monday, April 21, 2014

Inisiasi Menyusui Dini (IMD): Super Penting!









































Hello, again! Apa kabar semuanya? 

Hari ini Arka sehat dan seperti biasa, doyan nyusu :D
Hemm.. Konon memang bayi laki-laki (seperti Arka, contohnya) lebih (maaf) ‘maruk’ susu dibandingkan bayi perempuan. Kata Eyang-eyang sih begitu.. Terlepas dari stereotipe tadi, ada hal lain yang turut memengaruhi kesuksesan proses menyusu si baby. Apakah ituuu?


Yups! IMD alias Inisiasi Menyusui Dini akan sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI dan lama masa menyusu. Idealnya sih, bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan dan diteruskan bersama makanan pendamping sampai 2 tahun. Begitu kata Bunda.. 
Nah, sebagian besar bayi yang sukses pas IMD biasanya sukses juga masa ASI eksklusifnya! Dengan catatan, Sang Bunda juga sukses menyusuinya, ya~


Sebenarnya, IMD itu apa dan bagaimana, sih?
Inisiasi Menyusui Dini adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, di mana bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri (tidak disodorkan ke puting susu). Untungnya, rumah sakit tempat Arka lahir pro-IMD dan pro-rawat gabung alias rooming in. Jadi.. Hemm, jangan ditanya lagi. Setelah Arka sukses loncat ke luar dari rahim Bunda.. Arka Langsung HAP & LEP! Laluu, nyoot, nyoot, nyooot...

Oh, iya. Begini nih proses IMD..
1. Setelah lahir, Arka secepatnya dilap tanpa perlu mandi wangi dulu. Pokoknya sesegera mungkin pengen ketemu Bunda..

2. Lalu, "Plook.." Arka ditengkurepin di atas dada Bunda sehingga kulit kami saling bersentuhan. Biar ndak kedinginan atau hipotermia, kepala bayi bisa dipakaikan topi dan tubuhnya diselimuti.

3. Nah, selanjutnya selama sekitar 30 menit (maksimal 1 jam) Arka dibiarkan mencari sendiri puting susu Bunda. Jangan dijejelin, yah! Pada dasarnya, bayi memiliki naluri yang kuat untuk mencari puting susu ibunya, koq.. Wah, waktu Arka sukses menemukan puting susu Bunda, rasanya bahagia, nyaman, aman, dan legaaa.. Bunda juga senang, pastinya!

4. Setelah IMD dirasa cukup (oleh susternya), Arka dibawa untuk ditimbang, diukur, dicap, diberi vitamin K dan tetes mata. Hix.. Padahal waktu itu Arka masih pengen nyusu. Tiba-tiba udah digondol aja sama suster.

5. Agar proses IMD makin afdol, lanjutkan dengan perawatan rooming in, ya! Artinya, ibu dan bayi tetap bersama dan dirawat-gabung. Tujuannya agar dedek bayi bisa menyusu kapan saja. Ini juga memperlancar produksi dan pengeluaran ASI Bunda, lho! Rawat-gabung juga akan mempererat ikatan batin antara ibu dengan bayinya.
Ada juga yang bilang rawat-gabung ini mempermudah Bunda istirahat. Tapi itu relatif, yaa.. Soalnya waktu itu Arka laper bewt. Maklum, habis mengerahkan seluruh tenaga buat keluar dari rahim Bunda. Jadilah Bunda dan Arka bergadang selama tiga hari di RS karena Arka nyusu teruuus.. (Ditambah lagi tante pasien di sebelah Bunda tidurnya ngorok kaya oom-oom)... *sigh


Ini nih beberapa manfaat dari IMD..
1. Bayi mendapatkan kolostrum (ASI pertama) yang kaya akan antibodi dan zat penting lainnya yang penting untuk pertumbuhan usus. Soalnya usus kami para bayi newborn masih belum siap untuk mengolah asupan makanan.

2. Antibodi dalam kolostrum penting demi ketahanan tubuh terhadap infeksi sehingga menjamin kelangsungan hidup sang bayi.

3. Saat bayi menjilati kulit ibunya, bakteri baik yang terdapat di kulit ibu akan masuk ke dalam usus yang sangat bermanfaat bagi pencernaan si bayi.

4. Sentuhan antara kulit ibu dengan bayi akan memberikan kehangatan bagi bayi. Alhasil, hubungan emosional antara ibu dan bayi akan lebih erat terjalin. Saat bayi menciumi aroma tubuh sang ibu, sebenarnya dia sedang mengenali dan merekam bau tubuh ibu buat selamanya. Hehe.. Mirip Si Mpus sama Si Gukguk, yah~

5. Jilatan atau kuluman bayi pada puting ibu akan merangsang keluarnya hormon oksitosin. Hormon ini bermanfaat untuk menyebabkan rahim berkontraksi membantu mengeluarkan plasenta. Plus, merangsang pengaliran ASI dari payudara sehingga dapat lebih cepat keluar.

6. Faktanya, 59% dedek bayi yang sukses IMD akan tetap menyusu hingga usia enam bulan. Namun, jika tidak dilakukan IMD, hanya 18% bayi yang masih menyusui pada usia tersebut.

Gimana nih, Oom dan Tante? Tertarik untuk melakukan IMD?

Tuesday, April 1, 2014

My Digestion Issue




























"Deposit" di dalam popok bayi memang sangat menarik dan penting untuk dibahas. Soalnya, bunda-bunda newbie (termasuk Bundaku) sering dibikin panik saat tiba-tiba konsistensi, warna, maupun frekuensi pup bayinya berubah!

Tampilan pup bayi dipengaruhi oleh asupan nutrisi dan kesehatan pencernaan bayi. Yang pasti, karakter pup bayi tidak bisa dibandingkan dengan orang dewasa, mengingat asupan nutrisinya pun berbeda. Yuk, ngobrolin seputar pup normal bayi seumuran Arka!

1. Pupi pertama Arka setelah lahir ke dunia disebut dengan mekonium. Mekonium adalah feses yang dikeluarkan Arka selama di dalam rahim Bunda. Mekonium sebenarnya adalah “sampah” metabolisme tubuh yang bersifat steril. Warnanya mirip dengan dark cooking chocolate. Hehe.

2. Waktu Arka berumur 1 hari sampai umur 1 bulan masih sering sekali ee. Dalam sehari bisa 8-10 kali. Nah, warna pupnya semakin hari semakin kekuningan (dari yang awalnya berwarna cokelat kehitaman). Warna pupi normal pada bayi yang minum ASI adalah kuning tua sampai kuning cerah. Kalau kata Eyang, pupi Arka mirip mustard. Baik tampilannya maupun aromanya. Bedanya, ‘tabungan’ Arka ada biji-bijinya dan lebih cair.

3. Saat Arka sudah lewat dari umur 6 minggu, frekuensi pupnya lebih jarang, yaitu 4-5 kali sehari. Tampilan pupinya masih sama, mustard berbiji dengan aroma yang asyem dikit. Kata Bunda, warna kuning pada pupnya Arka timbul dari proses pencernaan lemak yang dibantu oleh cairan empedu. Bila di dalam usus terdapat lemak yang berasal dari makanan, kantong empedu akan memeras cairannya keluar. Cairan empedu ini akan memecah lemak menjadi zat yang dapat diserap usus. Weleh, pas Bunda makan masakan Padang, pasti kantung empedu Arka bekerja lebih keras.. Pfftt..

Nah, kalau pup bayi berwarna putih kelabu, ada kemungkinan kantung empedu mengalami gangguan sehingga tidak bisa mengeluarkan cairan empedu dalam jumlah cukup ATAU ada gangguan pada organ hati. Kalau sudah begini, dedek bayinya harus SEGERA dibawa ke dokter. Jangan ditunda lagi!

Oh, iya. Pas awal-awal dulu, Bundanya Arka sempet panik karena Arka kalo pup pasti berbusa-busa. Dalam pikiran Bunda, pasti banyak gas di pencernaan Arka. Tapi, jangan panik! Selama dedek bayinya ceria-ceria saja dan berat badannya tetap naik, artinya gas tersebut tidak mengganggu pencernaan. Uuffh.. Arka udah ga tahan pengen pupi lagi, niih! Dadah dulu, yaa~

Sunday, March 30, 2014

Let's Start The Journey, Baby!

Hi, Fellas!
Kenalkan, namaku Arka. Lengkapnya, Arkajiva Ksatria Adhyatma!
Umurku nyaris 2 bulan, nih! Aku lahir tanggal 3 Februari 2014 di RS Hermina Bekasi.
Blog ini sebagian besar akan bercerita tentang petualanganku sehari-hari. Ternyata hidup di luar perut Bunda lebih seru dibandingkan di dalamnya :D

Yuk, ah! Aku sudah tak sabar untuk memulai perjalanan ini..
See 'ya di postingan selanjutnya!
Chuu~