Monday, November 21, 2016

Arka's Montessori Day(s)

Astaga..
Saya benar-benar menjadi contoh yang buruk bagi para penulis blog.. Jangan ditiru ya, Moms~

Anyway, belum lama ini kami dihadiahi Montessori Starter Kit dari Sekolah Victory Plus. Meski penuh tantangan untuk membawa pulang kontainer plastik besar tersebut sambil naik ojeg, ternyata kepuasan yang diperoleh setelahnya setimpal..

Sebelum dipacu oleh pihak sekolah, saya dan Arka suka main Montessori2an di rumah. Tapi sangat tidak terarah dan waktunya tidak rutin. Baru setelah diberi Starter Kit inilah kami jadi bersemangat untuk terus mencobanya.

Agar dapat fokus & menikmati kegiatan ini, kami sengaja memilih hari saat Arka tidak bersekolah. Pada hari-hari tersebut kami sering merasa bosan karena kehabisan bahan permainan.
Tak disangka, Arka yang biasanya mudah bosan bisa tahan berkutat dengan permainan ini hingga 60 menit lebih. Bahkan, ia tak keberatan dibiarkan main sendiri tanpa ditemani (biasanya semenit pun tak mau ditinggal).



Berikut ini hal-hal yang kami pelajari setelah mencoba Montessori Starter Kit:
1. Belajar motorik halus melalui proses menuang, menyaring, menyendok air/kerikil. Meski demikian, Arka masih perlu diingatkan untuk menggunakan kedua tangannya pada saat menuang air.

2. Kami sengaja menggunakan air yang dicampur dengan food coloring agar Arka semakin tertarik untuk bermain. Juga agar ia semakin mengingat perbedaan berbagai warna.

3. Belajar metode color mixing. Seru sekali menyaksikan perubahan yang terjadi saat air berwarna saling tercampur. Arka mulai tertarik tentang pencampuran warna.

4. Role playing. Kali ini dia berpura-pura menjadi barista yang sedang melayani pelanggan di restoran.

5. Belajar menyaring batu kerikil. Arka menjadi mengerti bahwa air bisa lolos melalui saringan teh, sedangkan kerikil akan tersangkut di sana. Setelah bosan, dia berpura-pura bahwa kerikil tersebut adalah gula batu yang akan dimasukkan ke dalam teh.

6. Keajaiban sponge. Saat terjadi "kecelakaan" (baca: air tumpah), kami melakukan magic trick dengan menggunakan sponge. Arka kemudian belajar cara memeras sponge.

7. Setelah selesai bermain, kami memutuskan untuk menyiram tanaman dengan air yang sudah dipakai. Tujuannya agar tidak air tersebut tidak terbuang sia-sia.

Kami sangat senang mencoba berbagai aktivitas yang bisa dilakukan dengan Montessori Starter Kit ini. Semoga kegiatan ini bisa berjalan rutin di rumah kami.
Terima kasih atas hadiah yang luar biasa ini.


Friday, October 23, 2015

Holiday in Memories

Tahun lalu, tepat di bulan ini, kami bertiga sukses kabur sesaat dari hiruk pikuk Jakarta..
Sayang sekali, sepertinya tahun ini tidak ada sweet escape lagi karena alokasi dana liburan ke pos edukasi Arka..

Untuk mengenang asyiknya jalan-jalan tahun lalu, foto-foto ini dihadirkan.

















































Wednesday, October 7, 2015

It's My Adventure. Not Yours. Period.

I'm really sorry to post this kind of defensive writing.
It's not much inspiring.
But somehow i think it's necessary.

Well..
I like to hang out with my old friends (single/married/with child/without child).
But sometimes it's not as easy as you think. 
Beside the schedule-matching thing, of course.

My college friends are the harder to meet. And to cope with.
It is strange.
Somehow, the topic of success and career has always been an important issue to them.

Saya sih, cukup puas dengan menjadi pendengar saja.
Terutama kalau ada kisah & pengalaman yang lumayan inspiring.
Tetapi, kadang mereka tidak puas kalau tidak "nyinyir" terhadap kehidupan orang lain.
Saya pun tak lepas dari kenyinyiran mereka.

Contohnya, kalimat berikut ini.
"Sayang ya, kalau 'dia' (baca: saya) hanya di rumah saja. Sayang ilmunya tidak terpakai dan malah terlupakan."

Well, honestly... Ilmu yang saya dapatkan selama 5 tahun lebih kuliah di veterinary medicine sama sekali tidak tersia-siakan.
Misalnya saja, cara memasak bahan pangan yang benar, kebersihan rumah & peralatannya, cara cuci tangan, serba-serbi dairy products, serta mekanisme kerja obat-obatan
Nah, yang terakhir ini sangat penting, terutama waktu si kecil sakit.
Yang tidak kalah penting adalah mengenalkan indahnya dunia satwa sejak dini kepada si kecil.
Semua ilmu dari masa kuliah tersebut masih saya praktikkan setiap hari.

Hmm.. Berarti, mungkin yang berkomentar seperti di atas itu tidak memakai ilmunya untuk membesarkan anak dan mengurus keluarga.

Anyway, as for me, saya sudah memilih untuk kerja di rumah sejak masa Koas.
Saat itulah saya melihat betapa sibuknya dunia kerja dokter hewan.
Saya yang bercermin dari masa kecil dengan workaholic parent, langsung berpikir, "Lebih baik saya bekerja dari rumah, dengan berwirausaha, misalnya."

Intinya adalah, my friends, saya memang sudah merencanakan untuk "di rumah saja".
Saya bukannya terpaksa merumahkan diri karena disuruh suami. No, no, no..
Berulang kali saya mencoba memvisualisasikan realitas alternatif.
Misalnya, saya menyewa baby sitter.
Atau menitipkan anak ke ortu.
Hmmm.. Saya tidak akan sanggup menjalaninya.
Apalagi, banyak sekali ilmu yang perlu dipelajari tentang parenting.
Banyyaaakkk sekaliii!!
Dan saya tipe yang tidak sanggup mengorbankan parenthood demi mengejar karier.
Saya loh, ya~

Jadi, kesimpulannya.
Selama saya bisa (dan Tuhan merestui) mengasuh anak sendiri, saya akan "di rumah saja".
So just shut your 'nyinyir mouth.

Tuesday, September 29, 2015

Homemade Play Dough: Yay or Nay?

Blame Pinterest & Youtube for this blogpost.
Banyak ortu-ortu trendi masa kini 'ngotot membuat 'homemade things' untuk anaknya (terutama yang masih bayi). Motifnya mungkin ingin menyediakan barang-barang yang aman bagi buah hati. Memang, bisa saja kita suspicious terhadap produk pabrikan yang komposisi bahannya wallahu'alam.

Ada jutaan resep creativity games di Pinterest yang bisa kita coba di rumah.
Termasuk lilin (adonan sih, exactly) mainan atau play dough.
Yuk, kita cek apa saja sih, manfaat bermain play dough.


Sebenarnya sih, saya tidak termasuk ortu yang anti-barang-pabrikan.
Jadi, bisa saja sebenarnya jalan kaki ke toko bayi dekat rumah dan membeli produk play dough buatan pabrik.
Hanya saja, sewaktu menengok isi resep Homemade Play Dough di Youtube & Pinterest koq, rasanya mudah banget. Jadi ingin iseng-iseng mencoba.

Watch this hilarious tutorial on Youtube.


Dann..
TA-DAAA~
100% homemade play dough.
50% satisfaction of the result (according to me).
60% excitement of the baby.
70% works to clean up the mess.

The Result
1. Saya mengharapkan play dough yang lembut dan mudah dibentuk. Namun, untuk resep tersebut, kita harus menambahkan minyak dalam jumlah cukup banyak. Efeknya, alas bermain jadi menyerap minyak. Euuww~
Padahal saya sudah meletakkan kertas kalendar bekas yang cukup glossy. 
Di lain waktu saya menggunakan talenan sebagai alas.

2. Entahlah, mungkin merek bahan pewarna yang saya gunakan kurang yahud. Rasanya di Pinterest sana koq, tampak cantiiiik sekali warna-warninya. Sedangkan, play dough saya warnanyaaa...
(Apa standar saya yang terlalu tinggi, ya?)
Sempat terpikir, warna yang n'demek ini bisa jadi karena menggunakan minyak yang berwarna kekuningan. Mungkin di lain waktu saya akan mencoba menggunakan minyak kelapa. (Tapi akhirnya, ongkos produksi jauh melebihi harga play dough pabrikan..)

3. Saat saya mencoba mencetak si homemade playdough ini dengan menggunakan Cute Cutter dari dough pabrik (bukan cookie cutter), hasilnya mengerikan! Adonannya terlalu lunak sehingga gambar tidak tercetak dengan sempurna. Adonan ini bisa sukses dibentuk dengan menggunakan cookie cutter atau mainan shapes milik si bayi.

4. Untungnya, si adonan ini bisa disimpan dalam kantong ziplock tanpa menjadi tengik dan keras. Lewat dua minggu sejak waktu produksi, si adonan masih bisa dipakai bermain.

5. Anyway, memang semestinya para ortu bermain play dough dengan anak berusia 2 tahun ke atas.
Karena, di bawah itu, mereka biasanya menjadi destroyer.. Haha!
Seperti Arka, saat ibunya membuat teddy bear, dia menancapkan ranting-ranting pohon sehingga hasil akhirnya malah menjadi Voodoo Teddy Bear.
Jangan tanya mengapa tidak ada bentuk bunga.
Saat mahkota bunga baru jadi sebagian, sudah hancur bunganya dilindas truk milik Arka..
Goodness gracious..

6. Tetapi setidaknya, play dough ini tidak akan menjadi masalah jika tertelan.
Dan lumayan mengasyikkan sebagai bahan permainan indoor jika musim hujan tiba..

Beberapa hasil karya yang dibuat dengan waktu < 1 menit untuk menghindari tangan usil Arka
























The Conclusion
Homemade play dough ini cocok digunakan untuk permainan menghias dengan berbagai aksesoris. Misalnya, ranting pohon, manik-manik, bebatuan kecil, kancing, kerang, mata untuk boneka, dan sebagainya.

Sayangnya, jika Moms & Dads mengharapkan bisa membuat kue ultah cantik a la Play Doh, sepertinya tidak bisa. Hehehe..

Sekali lagi, ada baiknya jika memainkan play dough ini bersama anak usia 2 tahun atau lebih. Berdasarkan pengalaman saya, anak di bawah 2 tahun belum begitu tertarik dan belum memahami asyiknya memainkan play dough.

Baiklah, mungkin saya akan kembali membuat play dough saat Arka sudah lebih besar nanti.

Amen.
Salam dari lelaki bercawat pink..

Sunday, September 20, 2015

Nature Lover Kids, Why Not?

Arka & his toy police car (yang rusak hanya dalam waktu 7 hari)
Good day, Parents!
Bicara tentang childhood, saya merasa beruntung bisa tumbuh di kota kecil yang asri dan indah.
Apalagi masa itu belum ada serangan teknologi semasif sekarang.
Kenangan tentang masa kecil tersebut masih berhasil menentramkan jiwa hingga kini.
What an amazing childhood~

Saya selalu merasa damai dan tentram di alam terbuka.
Saya pun berharap Arka bisa merasakan asyiknya bermain di luar rumah sesering mungkin..
Termasuk jika saya sudah merasa penat dengan segala rengekan Si Little Imp.
Biasanya saya langsung mengajaknya berjalan-jalan di lapangan depan rumah.
Kebetulan di sana juga ada taman kanak-kanak yang (kadang) terbuka untuk umum.

Thanx God, it seems he enjoyed every adventure

Ajaib, ya? Hanya dengan bermain di lingkungan yang masih hijau sekitar 30 menit, mood kami berdua langsung membaik. Ternyata, ini terjadi akibat kadar serotonin dalam tubuh meningkat. Serotonin dikenal sebagai Si Mood Booster dan Si Penumbuh Kasih Sayang. Hehehe..

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa kita peroleh dari bermain di alam bersama si kecil.




Inilah yang terjadi di dalam tubuh kita saat menikmati segarnya alam..



Anyway, manfaat laten jika Si Bayi main di ruangan terbuka yakni energinya yang berlebih itu menjadi tersalurkan. Meaning: early bedtime! Hurrah!

Lastly, ungkapan Oma Anne Frank berikut ini pas banget, deh..


Post script:
Meski saya berharap Arka menjadi anak pencinta alam, bukan berarti hari-hari kami totally screen-free. Apa boleh buat, saya masih memasangkan Super Wings, Robocar Poli, Tayo The Little Bus, dan sejenisnya di layar TV kami, demi bisa memasak atau menyuapinya makan. 

IMHO, selama kita masih mengontrol materi dan durasi tontonan, it's alright..
Soalnya saya tipe emak yang realistis dan ga begitu idealis.
Mungkin ada ibu (atau bapak) yang sanggup menggendong anak sambil memasak. Atau mengejar-ngejar toddler sambil menyuapinya makan.
Sadly, that is everything i'm not..

Friday, August 21, 2015

Breastfeeding, The Loveliest Moment in My Life


ASI. Air Susu Ibu. Breastmilk.
Cairan ajaib yang menyokong kehidupan mamalia sejak usia 0 hari.
Moms & Dads pasti sudah pernah membaca mengenai ratusan kandungan senyawa berharga yang terkandung dalam Air Susu Ibu.

Setelah merasakan pengalaman menjadi anak non-ASI, saya bertekad untuk bisa memberikan ASI untuk anak saya. Demikianlah rencana yang saya cetuskan sejak kehamilan diketahui.

Hingga hari ini, tepat ketika bayi saya menginjak usia 19 bulan, thanx God, saya masih terus memberikan ASI. Bahkan, sampai sekarang saya masih belum tahu bagaimana cara menyapih yang pas untuk kami berdua.

Buahh! Memikirkannya saja membuat hati saya 'ngilu seperti patah hati..

Yeah.
Proses menyusui Arka mendapat tempat istimewa di hati saya.
Awalnya tak mudah. Sungguh penuh rintangan. Apalagi karena nafsu menyusu Arka sangat besar sejak newborn. Di sisi lain, latch on-nya masih kurang tepat.
Bisa dibilang, posisi latch on yang oke punya baru tercapai saat dia berumur 6 bulan lebih.
Tahu sendiri kan, apa akibat dari latch on yang tidak pas..

Begitu banyak manfaat menyusui bagi ibu dan bayinya. Saat browsing di internet, pasti Moms & Dads akan menemukan sejuta cerita berbeda tentang aktivitas menyusui dan serba-serbinya. According to my story..
Inilah beberapa alasan atau motivasi mengapa saya tetap berusaha menyusui meski muncul rintangan-rintangan di awal..
















1. Praktis
Entah mengapa, dari dulu saya paling anti dengan hal-hal yang ribet.
(Mungkin pada dasarnya memang malas saja).
Saya sulit sekali membayangkan harus membuat susu terlebih dahulu untuk membujuk bayi yang sedang menangis atau kesakitan. Apalagi kalau susunya perlu dipanaskan terlebih dulu. Apalagi kalau bayinya terbangun pagi buta? OMG. I'm sorry, i'm too lazy for that routine. Saya angkat topi setinggi-tingginya untuk para ortu yang menjalani rutinitas tersebut tiap hari. SALUT!

Kalau bisa memberi ASI 'kan tinggal CLEP. VoilĂ ! Tersumpal deh, mulut si bayi.
(Kebetulan anak saya memang tipe yang langsung diam kalau dikasih yaya (baca: nenen)).

2. Ekonomis
Wah, kalau alasan yang satu ini sudah menjadi fakta sahih sehahih-sahihnya.
Misalnya, menurut Ketua AIMI, Mia Sutanto, dalam HealthDetik , program memberikan ASI tanpa sufor selama 2 tahun bisa menghemat uang sejumlah Rp25 juta. Well, jumlah yang lumayan besar kan?

3. Romantis
Ada hari-hari saat koneksi antara saya dengan anak tidak begitu 'nyambung.
Apalagi karena dia begitu sensitif dan termasuk ke dalam klan high-need baby.
Saat semua tindakan terasa salah, biasanya kami akan berbaring berdua.. dan.. melaksanakan "make up breastfeeding". Hehe. Maksudnya, yaya untuk baikan dan meredam emosi jiwa masing-masing.

Biasanya setelah yaya, mood kami berdua kembali oke sehingga komunikasi berjalan lebih lancar tanpa ada yang menjadi kesal dan tantrum. Perbaikan mood ini bisa terjadi karena proses menyusui akan memicu pelepasan hormon oksitosin. Mekanismenya bisa dicek di SINI.

Yep. Bagi saya, momen menyusui memang romantis. Tiada yang mengalahkan epic-nya ekspresi bayi saat lagi menyusu. Belum lagi kalau tangannya sudah mulai sibuk memainkan kancing (atau puting). Owh, cuteness overload!

Nah, saat anak mulai bisa mengekspresikan rasa sayang, biasanya dia akan memeluk atau merangkul gemas tubuh mommy-nya. Wiiih... Stop the time, please! Rasanya ingin dalam posisi ini selamanya. Heheheh..


4. All I can eat
Berdasarkan riset, proses menyusui bisa membakar hingga 500 kalori per hari. Hmmm..
Lumayan, yah?
Semakin rakus bayi Anda, berarti jumlah kalori yang terbuang akan semakin banyak. Bagi mommies yang doyan makan (seperti saya), ini merupakan karunia tak ternilai.
Ya Tuhan, karuniailah kami bayi-bayi yang rakus. Amiinn..

As for me, sebelum hamil berat badan 45 kg. Hingga kehamilan 9 bulan BB mencapai 52 kg. Sebulan setelah Arka lahir, 44 kg. Saat Arka umur 12 bulan, BB mencapai 42 kg.
Lumayan ya, buat bukti empiris..
Berat badan ini dicapai meski saya suka cemil-cemil cake dan sekotak martabak manis jam 23.00 ke atas, lho! Bahkan, saya jaraaaaaaaaaaangg sekali merasa kenyang meski sudah makan banyak. Menyusui dan mengurus anak membuat bobot badan jadi stabil (bahkan berkurang).

So. What are you waiting for, Ladies?

5. Natural beautifier 
Selama menyusui secara eksklusif, tidak ada jerawat yang berani timbul di wajah dan tubuh saya. Thanx to prolactin! 

Selama total 16 bulan sejak Arka lahir (2 tahun lebih sejak pertama hamil), saya dijauhkan dari nyeri haid. Thanx to prolactin again! Kebetulan siklus menstruasi saya baru kembali saat Arka berusia 1,5 tahun.

PLUS.
Di masa-masa ASI eksklusif, kulit terasa jadi lebih halus dan berkilap.
Ini karena kerja hormon dan asupan air minum yang lebih banyak.

Namun, sayangnya.. Jika asupan nutrien kita tidak cukup, efek sampingnya adalah rambut jadi mudah rontok. Akhirnya, saya memilih untuk (sedikit) memendekkan rambut demi menghindari kerontokan yang lebih parah..

Selain kerontokan rambut, rintangan yang di bawah ini juga cukup menegangkan.



Tetapi, thanx God....
Ternyata Arka tak pernah dengan sengaja menggigit nipple selain ketika tertidur dan rahangnya mengatup tanpa sengaja.

Well, that's all for today..
Let me hear your story, Moms & Dads!

PS:
Di bawah ini ada beberapa infografik yang menarik untuk disimak.
Check these out, Darl!
Fakta-fakta yang menarik. Pengen juga buat yang berdasarkan statistik di negara kita

Tolong disebarkan biar para bapak baca info ini, Moms!

This is what i called "sexy dad"

Amigurumi, The Art of Making Friends



Hello, Moms!
On this special blog post, we will talk about one of the most popular types of handicraft.
Crocheting. 
Well, i frustratingly hope to have a little ability to work in that kind of handicraft. 
Unfortunately, that talent only appears on my big sister.

She began knitting at the age of junior high school, around 2000. 
Finally, she opened an online store that sells a variety of knitted material and finished products. Such as doillies, dresses, hats, even bikini tops. 

You can check out the store HERE. 
There she also provides a pile of tips, tricks, & tutorials about the amazing world of crochet.
Here one of her tutorial..



In recent months, her main focus is producing amigurumi(s). 
Amigurumi? What is that thing?
Which one is the amigurumi?
Pink owl amigurumi for IDR 65K
White bunny amigurumi for IDR 180K

Lamb amigurumi for IDR 100K

Teddy bear amigurumi for IDR 165K



Yaiiyy! Such a cute critter, isn't it?
You guys can purchase it on her website HERE
Love you, all!