Saturday, January 24, 2015

Edible Paint for Your Baby & Tot!



Assalamualaikum..
Apa kabar mommies di luar sana? Apakah masih pada waras?
Di tengah-tengah playtime dengan "Si Bos Cilik", mungkin mommy pernah berpikir, "Mainan sebanyak ini, koq rasanya masih kurang terus, ya? Anakku masih saja cepat bosan.."

Nah, daripada bos cilik mommy berbuat keisengan seperti memeriksa pipa di bawah wastafel kamar mandi (seperti bayi saya), mending kita melukis bersama, yuk!

Tenaaangg.. Aktivitas melukis kali ini aman karena memakai cat yang bebas dimakan atau biasa disebut edible paint. Di toko kerajinan tangan atau toko buku terkemuka mungkin ada yang menjual edible paint khusus balita dan anak-anak. Tetapi, ga ada salahnya kalau kita coba bikin sendiri, kan? Lebih ramah dompet, pastinya!

Prinsip dari edible paint sebenarnya sederhana. Yang penting, kalau termakan oleh bos cilik kita, tidak menimbulkan bahaya. Lebih oke lagi kalau rasanya lezat.
Btw, kalau diingat-ingat, zaman dahulu guru prakarya kita sudah bisa bikin edible glue, yah! Itu loohh, lem kanji yang mirip ingus ituu.. Hehe..

Berikut ini resep homemade edible paint yang paling ultra sederhana karena Emaknya Arka males dan pelit. Porsinya kira-kira untuk sekali melukis.


























Cara membuatnya:
1. Siapkan panci kecil.
2. Masukkan 200 ml air ke dalam panci.
3. Tambahkan 3 sdm tepung terigu, masak dengan api kecil sambil diaduk perlahan.
4. Saat hampir mendidih, tambahkan 1 sdt maizena yang telah dilarutkan dengan sedikit air.
5. Aduk perlahan hingga larutan tercampur rata dan mencapai kekentalan yang diinginkan.
6. Opsional: boleh ditambahkan susu kental manis putih, yoghurt, atau gula biar rasanya lebih enak kalau dijilat. Nyaamm!
7. Setelah mendidih, angkat, pindahkan ke palet atau wadah es batu (ice tray). Pisahkan sesuai jumlah warna cat yang ingin dihasilkan.
8. Saatnya meneteskan pewarna makanan! Biasanya setetes saja sudah menghasilkan warna yang lumayan pekat. Aduk-aduk dengan tusuk gigi atau gagang sendok kecil.
9. Sajikan bersama kuas dan kertas bekas.

Ada juga ide membuat edible paint dengan bahan makanan yang berwarna cerah. Misalnya puree blueberry atau buah naga yang merah (red dragon fruit). Tapi, kalau saya pribadi sih, ga tega ngeliat makanan diacak-acak gitu..


Edible paint ala 'Maknya Arka. Mungkin bisa pakai tinta cumi untuk menghasilkan warna hitam. (Hoalah, repotnyaaa...!)

Maestro lagi asyik melukis (baca: mengacau)

































Kelemahan resep ini, sayangnya cat maksimal disimpan selama 2 hari di suhu ruangan. Belum kepikiran untuk menyimpan di kulkas, sih. Setelah 2 hari, baunya jadi bacin-bacin bikin 'nagih gimanaaaa, gitu.. Hehe..

Selamat mencobaaa~

No comments:

Post a Comment