Saya (Bu)Nda-nya Arka, seorang newbie mommy yang juga merupakan seorang clueless mommy yang sedang berjuang merawat seorang clueless baby.
Sebagai seorang "stay-at-home-but-i'm working-goddamn it!-mommy", saya punya impian untuk menjadi seorang blogger.
Blogger yang secara rutin bisa mem-posting artikel-artikel cerdas nan inspiratif.
Tapi itu hanya mimpi karena bayi saya tipe yang jarang tidur (wong, mau pup dengan damai saja susah, apalagi nulis artikel??).
Jadi, artikel-artikel dalam blog ini mungkin akan berjeda 1 bulan sampai 1 tahun. Mohon maaf, yah~
Warning!
Isi blog ini sebagian besar bercerita tentang kekacauan motherhood yang saya alami.
Saya berniat mengisahkan suka-duka menjadi ibu dengan JUJUR. Tanpa pemanis buatan!
Mungkin terkadang bahasa saya akan sedikit sarkastik. Tapi akan saya baluri dengan humor yang cerdas, koq. Diusahakan loh, ya~ Gheheheheheh..
Jadi, kalian para pembaca yang tidak suka dengan mulut nyinyir dan gaya satir, lebih baik hengkang dari blogspot ini, yah~ *kiss bye bye
(Saya sudah memberi warning, loh! Awas aja kalo masih ada komentar ga cerdas nantinya..)
Rutinitas pagi ini baru saja selesai. Mulai dari nyiapin appetizer sebelum sarapan (a.k.a nenen pagi), nyiapin & nyuapin sarapan sembari nyuci baju (untung ada Electr*l*x), mandiin bayi, main & jalan-jalan, nyuci stroller, daaan akhirnyaa.. Nenen bobo pagi..
Setelah Si Miniatur Godzilla (anak saya, maksudnya) tidur, barulah saya bisa mulai ngotak-ngatik laptop. Owemji! Baiklah, mari kita skip sarapan untuk pagi ini.. Hix..
Courtesy of http://www.secureteen.com/
Bahasan kali ini ga jauh-jauh dari topik yang sedang 'membara' di media sosial.
Yupz! Pertarungan ala gladiator antara stay-at-home mommy VERSUS working mommy!
Honestly, saya ga suka dengan istilah stay-at-home mommy dan working mommy. Seakan-akan kami yang tinggal di rumah is not working! Beewhh~ Ada yang nantangin adu otot? Hayuk urang layanin keneh! Tapi demi mempermudah, apa boleh buat, deh. Saya tetap akan memakai istilah tersebut.
Courtesy of http://thoughtswithaccent.files.wordpress.com/
Ga boong, ini seru binggitz! Dan super konyol juga!
Saya sampai tergoda untuk memanas-manasi pertarungan ini.
Tapi, ternyata malaikat baiklah yang berhasil membujuk saya untuk meredam perkelahian terkece abad ini..
Awal mulanya, ada seorang suami (mungkin), yang membuat posting-an untuk menghibur istrinya yang (mungkin) terpaksa jadi stay-at-home mommy.
Posting-an tersebut sih bagus dan ada benarnya juga. Namun, para working mommy jadi merasa 'diserang' oleh posting-an tersebut.
Dan jadilah mereka membela diri dengan nge-share tulisan-tulisan (yang cukup bagus dan agak benar) yang isinya membela para working mommy.
Berikut ini contoh meme yang bertema pertarungan antara stay-at-home mommy VERSUS working mommy.
Courtesy of http://fip.typepad.com/
Courtesy of http://www.diaperswappers.com/
Lucu-lucu banget kaann?
Dua kubu tersebut jadi berdebat kusir sampai kepala panas dan bibir nyonyor.
Yang pasti, pertarungan gladiator antara dua spesies mamak tersebut akan teruuuus berlangsung sampai kiamat, tanpa ada yang menang atau kalah.
Pasalnya, gak ada kan istilah 'Rapor Mamah' di dunia? Di akhirat sih, kemungkinan besar ada. Tapi, itu urusan Sang Pencipta, pastinya..
Anyway..
Seorang working mommy mungkin memilih bekerja sambil memerah ASI di kantor demi bisa membayar utang kepada orang tua.
Seorang stay-at-home mommy mungkin punya utang banyak, namun tidak memedulikannya, dan lebih memilih mengasuh anak sendiri. Mommy tersebut berharap ada Fairy Godmother yang membayarkan utangnya. (Atau ada suami workaholic yang bisa membayarkan utangnya).
Seorang working mommy mungkin punya ikatan kerja yang penaltinya selangit jika dia resign dan lebih memilih mengultimatum suaminya untuk menjadi modern father.
Seorang stay-at-home mommy mungkin rela berpenampilan lusuh nan dekil demi anaknya terlindungi dari baby sitter atau nanny yang jahat bin psycho.
Seorang working mommy mungkin beruntung masih memiliki keluarga yang bisa merawat anaknya tanpa harus menyewa nanny. Sehingga dia bisa pulang kantor setiap hari dan menemui anaknya masih dalam kondisi sehat, lengkap, tanpa kekurangan satu pun anggota tubuh.
Seorang stay-at-home mommy mungkin memang apes karena hidup di perantauan tanpa ditemani keluarga, selain suami yang kecanduan kerja. Apa boleh buat, wanita ini mesti susah payah mengasuh anaknya sendiri. Apalagi kalau uang bulannya belum cukup untuk menggaji baby sitter, yaah..
Seorang working mommy mungkin saja adalah seorang single mother.
Seorang stay-at-home mommy mungkin sangat mencintai 'titipan Tuhan' melebihi eksistensinya sendiri sebagai seorang manusia.
Courtesy of redtri.com
Yang pastiii..
Seorang ibu tidak bisa dibilang gagal apabila anaknya merokok, alkoholik, bercerai, menjadi drug user, ataupun mengalami gangguan jiwa. (Kurang setuju dengan tulisan ini..)
Seorang ibu juga tidak bisa dibilang berhasil waktu anaknya jadi penulis, dokter, presiden, ustadz/ustadzah, ataupun selebriti. (Saya paling bingung dengan istilah "anaknya si anu hebat, udah jadi orang''. Lah, emang dulunya pesut, gituh?)
Heey, siapalah yang bisa mengukur amal kebaikan seorang individu selain Sang Pencipta?
Wahai manusia yang dangkal dan self-righteous (termasuk saya, tentunya). Stop menghakimi orang lain! Baik itu stay-at-home mommy, working mommy, single mommy, atau modern hubby, elf, gollum, orc, dan sebagainya. Semua sama-sama makhluk Tuhan dan sama-sama mempunyai akal untuk menentukan pilihan yang terbaik.
Amiinn..
Btw, yang menakjubkan adalah tipe mommy yang satu ini.
Dia adalah spesies "stay-at-home-but-gaining-money mommy". Ajaib yah?
Tapi sekarang sudah mulai banyak loh, mommy canggih seperti ini!
Dia tak perlu menyerahkan anaknya di bawah pengasuhan baby sitter jahat, tapi dia juga bisa menghasilkan uang lumayan! Standing applause, deh!
Posting-an berikutnya (Insyallah) bakal mengisahkan tentang alasan saya memilih jadi stay-at-home mommy atau full-time-mommy. Btw, yang part-time-mommy itu kerjaan utamanya jadi apa, ya? Hmmm..??







